Sabtu, 13 Desember 2014

resensi buku bertanam cabai rawit dalam polybag



Nama             : Siti Ismaya
Kelas/NIS      : XI IPA 2 / 4778
Judul Buku   : Bertanam Cabai Rawit dalam Polybag
9794894826.jpgPenulis          : T.Sarpian
Penerbit         : Penebar Swadaya, Jakarta
Cetakan         : VI – Jakarta 2002
Halaman       : ix- 56 Halaman

            Umumnya kebutuhan masyarakat terhadap cabai rawit diperoleh dari membeli di pasar, dan bagi masyarakat Indonesia cabai rawit ini merupakan kebutuhan pokok. Akibatnya walaupun harganya mahal, tetap saja produk ini dibeli. Cabai rawit yang ditanam dilahan umumnya sulit berbuah di musim kemarau yang menyebabkan akar tanamannya tidak mampu menembus tanah hingga dua meter atau lebih untuk mendapatkan air dan zat makanan. Untuk mengantisipasi kendala ini, cara penanaman cabai rawit dalam polybag dapat menjadi alternatif. Dengan cara ini kebutuhan cabai rawi segar setiap saat dapat terpenuhi.
            Cabai rawit dapat tumbuh diseluruh wilayah Indonesia baik dataran rendah, sedang, pegunungan, maupun dataran tinggi serta tanah yang dipakai sebagai media tumbuh cabai rawit secara umum harus kaya akan bahan organik dengan derajat keasaman (pH) 6,0-7,0. Cabai rawit ini merupakan tanaman berumur pendek atau hortikultura (1-2,5 tahun) dengan masa produktif antara 3-24 bulan. Varietas-varietas cabai rawit dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu cabai kecil, cabai putih, dan cabai ceplik. Jenis-jenis cabai rawit tersebut yang dikonsumsi sehari –hari ternyata banyak mengandung zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin A, B, C. Kandungan vitamin dalam cabai rawit dapat dimanfaatkan untuk kesehatan mata dan sariawan bahkan rasa pedas dari cabai rawit dapat meningkatkan nafsu makan.
            Pemakaian polybag (kantung plastik hitam) sebagai wadah tanaman belum begitu populer dikalangan masyarakat. Selama ini yang banyak digunkan sebagai wadah tanaman adalah pot. Padahal polybag memiliki banyak kelebiahan daripada pot diantaranya polybag lebih murah, tahan karat, tahan lama, ringan, tidak cepat kotor, dan mudah diperoleh. Polybag disebut wadah tanaman yang cocok untuk tanaman hortikultura seperti cabai rawit karena polybag yang berukuran besar dapat menumbuhkan bagian tanaman seperti akar, batang, dahan, ranting, daun, dan buah secara maksimal. Polybag untuk penanaman cabai rawit harus berlubang untuk menyalurkan kelebihan air siraman. Hal ini diperlukan agar tanaman tidak mengalami penyakit busuk akar.
            Umumnya cabai rawit dikembangkan secara generatif melalui buah atau biji. Untuk mendapatkan bibit cabai rawit yang baik perlu disiapkan buah yang baik pula. Ada dua cara untuk mendapatkan benih yang baik, yaitu membeli benih jadi atau membuat benih sendiri. Jika ingin membeli benih jadi yang bekualitas hanya dapat diperoleh melalui petani cabai rawit dan kios pertanian terpercaya untuk menghindari banyaknya benih cabai rawit yang kosong. Apabila ingin membuat sendiri benih yang baik diperlukan tahapan perlakuan yang tepat. Tidak semua buah dari pohon yang baik dapat dijadikan benih. Kemudian untuk mempercepat pertumbuhan benih ada dua cara yaitu dengan perendaman menggunakan air hangat atau menggunakan larutan pestisida. Penyemaian benih cabai dapat dilakukan pada bedengan persemaian atau pada polybag. Untuk bedengan persemaian sebaiknya dibuat ditempat teduh, terlindung dari sinar matahari langsung. Selain bedengan, persemaian dengan menggunakan polybag juga dapat dilakukan. Penyemaian dalam polybag ini lebih menguntungkan dibanding dengan bedengan. Saat bibit akan dipindahkan, polybag ini dapat dipindahkan sesuai keinginan kita. Hal ini tentu saja akan memperkecil kemungkinan matinya bibit setelah dipindahkan. Benih yang sudah disemaikan perlu dipelihara dengan baik agar dapat tumbuh menjadi bibit yang baik. Pemeliharaan bibit ini meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit.
            Salah satu persiapan yang tidak kalah pentingnya dalam penanaman cabai rawit dalam polybag ialah menyiapkan media tanam. Secara umum tanah untuk penanaman cabai rawit harus subur dan kaya akan bahan organik dan bahan humus. Tanah yang tidak baik sebagai media tanam bila strukturnya padat dan tidak berongga seperti tanah liat, tanah berbatu dan tanah berpasir. Sebelum dimasukkan dalam polybag, tanah yang didapatkan harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi syarat sebagai media tanam cabai rawit dalam polybag. Dalam menyiapkan media tanam, perlu dilakukan kegiatan-kegiatan seperti mengayak tanah, pencampuran dengan pupuk organik, kemudian memasukkan media tersebut kedalam polybag.
            Bibit cabai rawit segera ditanam dalam polybag setelah memenuhi syarat untuk dipindahkan. Waktu yang tepat untuk penanaman cabai rawit ialah pagi hari sekitar pukul 6.30-9.30 atau sore hari sekitar pukul 16.30-18.00. Untuk memindahkan bibit dari persemaian ke polybag harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak rusak. Penanaman harus tegak lurus ditengah lubang tanam. Setiap polybag sebaiknya hanya ditanami satu bibit saja. Ini dimaksudkan agar tidak ada persaingan dalam memperebutkan zat makanan dari dalam tanah. Agar terhindar dari layunya daun bibit akibat terkena sinar matahari langsung, polybag harus diletakkan ditempat yang teduh. Kalau pertumbuhannnya sudah baik yang ditandai dengan tumbuhnya beberapa helai daun, tanaman dapat diletakkan ditempat yang memiliki sinar matahari. Selanjutnya tanaman disiram air. Penyiraman dilakukan sehari sekali antara pukul 5.30-8.30.
            Cabai rawit yang sudah ditanam dalam polybag perlu dipelihara dengan baik agar tumbuh subur, tidak terserang hama penyakit, dan tampak indah. Kegiatan pemeliharaan ini meliputi penyulaman bibit baru, menyiang gulma(rumput liar), memangkas ujung tunas, membuang daun yang sakit, pemupukan tanaman, mengendalikan hama atau penyakit, dan membersihkan tanaman yang tampak kotor supaya tanaman selalu tampak segar dan indah.
            Cabai rawit yang ditanam dalam polybag dapat berbuah kontinu jika diberi perlakuan khusus. Untuk mewujudkan hal ini ada tiga cara yang dapat dilakukan, yang pertama yaitu pemberian zat pengatur tumbuh, yang kedua yaitu pemberian pupuk daun, dan yang terakhir pengaturan pola tanaman. Untuk pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) harus tepat dan seimbang. Pemberian yang tidak seimbang akan mengakibatkan tanaman menjadi lemah. Penggunaan pupuk daun dapat merangsang tanaman agar cepat berbuah. Pemberiannya dengan cara disemprotkan melalui daun. Pemberian pupuk daun ini memiliki banyak kelebihan karena unsur hara yang dikandungnya akan lebih cepat diserap oleh tanaman. Pemberian pupuk daun dilakukan setiap dua minggu sekali dan dihentikan apabila sudah muncul kuncup bunga. Selain ZPT dan pupuk daun, mengatur pola tanaman juga cukup penting supaya hasil dari penanaman akan selalu ada buah yang dihasilkan.
            Cabai rawit yang ditanam dalam polybag, baik yang belum berbuah maupun yang sudah berbuah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan diantaranya ialah untuk penghijauan halaman, penghias taman, maupun memudahkan panen karena berkesan praktis, efisien, dan fleksibel. Untuk pemanenan buah cabai dapat dilakukan setelah cabai rawit berumur 2,5-4 bulan. Dalam pemanenan buah yang masak hendaknya disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan. Perlu diperhatikan bahwa sifat cabai rawit yang sudah masak tidak tahan lama disimpan. Menyimpan buah cabai rawit masak dapat dilakukan dengan memasukkan dalam wadah terbuka atau memasukkan kedalam kulkas. Sedangkan pemanenan buah cabai rawit yang mentah umumnya dimanfaatkan sebagai pelengkap makan gorengan. Untuk itu kebutuhannya pun umumnya tidak terlalu banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar