Nama : Siti Ismaya
Kelas/NIS :
XI IPA 2 / 4778
Judul Buku :
Bertanam Cabai Rawit dalam Polybag
Penerbit : Penebar Swadaya, Jakarta
Cetakan : VI – Jakarta 2002
Halaman : ix- 56 Halaman
Umumnya kebutuhan masyarakat
terhadap cabai rawit diperoleh dari membeli di pasar, dan bagi masyarakat
Indonesia cabai rawit ini merupakan kebutuhan pokok. Akibatnya walaupun
harganya mahal, tetap saja produk ini dibeli. Cabai rawit yang ditanam dilahan
umumnya sulit berbuah di musim kemarau yang menyebabkan akar tanamannya tidak
mampu menembus tanah hingga dua meter atau lebih untuk mendapatkan air dan zat
makanan. Untuk mengantisipasi kendala ini, cara penanaman cabai rawit dalam polybag
dapat menjadi alternatif. Dengan cara ini kebutuhan cabai rawi segar setiap
saat dapat terpenuhi.
Cabai rawit dapat tumbuh diseluruh
wilayah Indonesia baik dataran rendah, sedang, pegunungan, maupun dataran
tinggi serta tanah yang dipakai sebagai media tumbuh cabai rawit secara umum
harus kaya akan bahan organik dengan derajat keasaman (pH) 6,0-7,0. Cabai rawit
ini merupakan tanaman berumur pendek atau hortikultura (1-2,5 tahun) dengan
masa produktif antara 3-24 bulan. Varietas-varietas cabai rawit dapat dibedakan
menjadi tiga jenis yaitu cabai kecil, cabai putih, dan cabai ceplik.
Jenis-jenis cabai rawit tersebut yang dikonsumsi sehari –hari ternyata banyak
mengandung zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin A, B, C. Kandungan
vitamin dalam cabai rawit dapat dimanfaatkan untuk kesehatan mata dan sariawan
bahkan rasa pedas dari cabai rawit dapat meningkatkan nafsu makan.
Pemakaian polybag (kantung plastik
hitam) sebagai wadah tanaman belum begitu populer dikalangan masyarakat. Selama
ini yang banyak digunkan sebagai wadah tanaman adalah pot. Padahal polybag memiliki
banyak kelebiahan daripada pot diantaranya polybag lebih murah, tahan karat,
tahan lama, ringan, tidak cepat kotor, dan mudah diperoleh. Polybag disebut
wadah tanaman yang cocok untuk tanaman hortikultura seperti cabai rawit karena
polybag yang berukuran besar dapat menumbuhkan bagian tanaman seperti akar,
batang, dahan, ranting, daun, dan buah secara maksimal. Polybag untuk penanaman
cabai rawit harus berlubang untuk menyalurkan kelebihan air siraman. Hal ini
diperlukan agar tanaman tidak mengalami penyakit busuk akar.
Umumnya cabai rawit dikembangkan
secara generatif melalui buah atau biji. Untuk mendapatkan bibit cabai rawit
yang baik perlu disiapkan buah yang baik pula. Ada dua cara untuk mendapatkan
benih yang baik, yaitu membeli benih jadi atau membuat benih sendiri. Jika
ingin membeli benih jadi yang bekualitas hanya dapat diperoleh melalui petani
cabai rawit dan kios pertanian terpercaya untuk menghindari banyaknya benih
cabai rawit yang kosong. Apabila ingin membuat sendiri benih yang baik diperlukan
tahapan perlakuan yang tepat. Tidak semua buah dari pohon yang baik dapat
dijadikan benih. Kemudian untuk mempercepat pertumbuhan benih ada dua cara
yaitu dengan perendaman menggunakan air hangat atau menggunakan larutan
pestisida. Penyemaian benih cabai dapat dilakukan pada bedengan persemaian atau
pada polybag. Untuk bedengan persemaian sebaiknya dibuat ditempat teduh,
terlindung dari sinar matahari langsung. Selain bedengan, persemaian dengan
menggunakan polybag juga dapat dilakukan. Penyemaian dalam polybag ini lebih
menguntungkan dibanding dengan bedengan. Saat bibit akan dipindahkan, polybag
ini dapat dipindahkan sesuai keinginan kita. Hal ini tentu saja akan
memperkecil kemungkinan matinya bibit setelah dipindahkan. Benih yang sudah
disemaikan perlu dipelihara dengan baik agar dapat tumbuh menjadi bibit yang
baik. Pemeliharaan bibit ini meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian
hama penyakit.
Salah satu persiapan yang tidak
kalah pentingnya dalam penanaman cabai rawit dalam polybag ialah menyiapkan
media tanam. Secara umum tanah untuk penanaman cabai rawit harus subur dan kaya
akan bahan organik dan bahan humus. Tanah yang tidak baik sebagai media tanam
bila strukturnya padat dan tidak berongga seperti tanah liat, tanah berbatu dan
tanah berpasir. Sebelum dimasukkan dalam polybag, tanah yang didapatkan harus
diolah terlebih dahulu agar memenuhi syarat sebagai media tanam cabai rawit
dalam polybag. Dalam menyiapkan media tanam, perlu dilakukan kegiatan-kegiatan
seperti mengayak tanah, pencampuran dengan pupuk organik, kemudian memasukkan
media tersebut kedalam polybag.
Bibit cabai rawit segera ditanam
dalam polybag setelah memenuhi syarat untuk dipindahkan. Waktu yang tepat untuk
penanaman cabai rawit ialah pagi hari sekitar pukul 6.30-9.30 atau sore hari
sekitar pukul 16.30-18.00. Untuk memindahkan bibit dari persemaian ke polybag
harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak rusak. Penanaman harus tegak lurus
ditengah lubang tanam. Setiap polybag sebaiknya hanya ditanami satu bibit saja.
Ini dimaksudkan agar tidak ada persaingan dalam memperebutkan zat makanan dari
dalam tanah. Agar terhindar dari layunya daun bibit akibat terkena sinar
matahari langsung, polybag harus diletakkan ditempat yang teduh. Kalau
pertumbuhannnya sudah baik yang ditandai dengan tumbuhnya beberapa helai daun,
tanaman dapat diletakkan ditempat yang memiliki sinar matahari. Selanjutnya
tanaman disiram air. Penyiraman dilakukan sehari sekali antara pukul 5.30-8.30.
Cabai rawit yang sudah ditanam dalam
polybag perlu dipelihara dengan baik agar tumbuh subur, tidak terserang hama
penyakit, dan tampak indah. Kegiatan pemeliharaan ini meliputi penyulaman bibit
baru, menyiang gulma(rumput liar), memangkas ujung tunas, membuang daun yang
sakit, pemupukan tanaman, mengendalikan hama atau penyakit, dan membersihkan
tanaman yang tampak kotor supaya tanaman selalu tampak segar dan indah.
Cabai rawit yang ditanam dalam
polybag dapat berbuah kontinu jika diberi perlakuan khusus. Untuk mewujudkan
hal ini ada tiga cara yang dapat dilakukan, yang pertama yaitu pemberian zat
pengatur tumbuh, yang kedua yaitu pemberian pupuk daun, dan yang terakhir pengaturan
pola tanaman. Untuk pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) harus tepat dan
seimbang. Pemberian yang tidak seimbang akan mengakibatkan tanaman menjadi
lemah. Penggunaan pupuk daun dapat merangsang tanaman agar cepat berbuah.
Pemberiannya dengan cara disemprotkan melalui daun. Pemberian pupuk daun ini
memiliki banyak kelebihan karena unsur hara yang dikandungnya akan lebih cepat
diserap oleh tanaman. Pemberian pupuk daun dilakukan setiap dua minggu sekali
dan dihentikan apabila sudah muncul kuncup bunga. Selain ZPT dan pupuk daun,
mengatur pola tanaman juga cukup penting supaya hasil dari penanaman akan
selalu ada buah yang dihasilkan.
Cabai rawit yang ditanam dalam
polybag, baik yang belum berbuah maupun yang sudah berbuah dapat dimanfaatkan
untuk berbagai keperluan diantaranya ialah untuk penghijauan halaman, penghias
taman, maupun memudahkan panen karena berkesan praktis, efisien, dan fleksibel.
Untuk pemanenan buah cabai dapat dilakukan setelah cabai rawit berumur 2,5-4
bulan. Dalam pemanenan buah yang masak hendaknya disesuaikan dengan jumlah yang
dibutuhkan. Perlu diperhatikan bahwa sifat cabai rawit yang sudah masak tidak
tahan lama disimpan. Menyimpan buah cabai rawit masak dapat dilakukan dengan memasukkan
dalam wadah terbuka atau memasukkan kedalam kulkas. Sedangkan pemanenan buah
cabai rawit yang mentah umumnya dimanfaatkan sebagai pelengkap makan gorengan.
Untuk itu kebutuhannya pun umumnya tidak terlalu banyak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar